Posts

Showing posts with the label review

Review Drakor Because This Is My First Life: Cerita Ringan Dibalut Isu Menarik

Suatu hari gue pernah menemukan sebuah kutipan di media sosial: "Semua akan drakor pada waktunya". Pada saat itu gue segera mengiyakan, setuju terhadap kutipan tersebut. Waktu itu gue memang gak mengikuti satupun drakor. Sebab gue tau, ketika gue udah suka, gue ga akan mudah berhenti. Inilah yang menyebabkan kecanduan. Lalu tibalah musim covid-19 yang menyebabkan kita semua harus lebih banyak di rumah. Kegiatan apa yang bisa dilakukan sambil rebahan? Nonton Netflix pastinya. Gue tadinya cuma nonton Hospital Playlist dan Prison Playbook hasil rekomendasi teman. Eh, lama-lama keterusan sampai nonton Reply 1988 juga. Setelah semuanya selesai ditonton, hidup gue terasa hampa, terutama setelah Reply 1988. Akhirnya gue cari-cari lagi drama berikutnya. Perjalanan mencari drakor yang bagus (menurut gue) cukup susah. Menurut gue, Reply 1988 terlalu bagus banget banget banget. Jadi ketika baru menonton satu episode sebuah drakor, gue langsung mikir, "yah, ini mah ga ada apa...

Mengawali Cerita Kuliner: Soto Seger Hj. Fatimah Boyolali

Image
Kalau ditanya bagaimana kecintaan saya terhadap dunia makanan, saya bisa memastikan bahwa saya akan menjawab dengan lantang "cinta banget!". Saya sedari kecil sudah jatuh cinta terhadap dunia kuliner. Keluarga saya dari dulu berlangganan koran Suara Pembaruan. Rubrik yang tidak pernah saya lewatkan adalah Jalan Sutra --sebuah rubrik bertema kuliner-- yang ditulis oleh Alm. Bondan Winarno.  Beranjak agak besar, saya suka sekali menonton acara Wisata Kuliner yang dipandu oleh (lagi-lagi) oleh Alm. Bondan Winarno, idola saya. Saya juga suka nonton acara masak-memasak, mulai dari Ibu Sisca Soewitomo, Rudi Choirudin, sampai Farah Quinn. Kini, saya masih senang mengikuti video masak dan kuliner di Youtube serta membaca ulasan makanan di internet. Walaupun kegemaran menonton dan membaca ini tidak diikuti dengan praktik memasak 😉. Saya selalu ingin mencicipi makanan khas daerah. Sayangnya hal itu tidak diikuti dengan kesempatan berkunjung ke kota-kota di Indonesia. Makanya, s...

Menaklukan Tes CPNS (Part 2)

Image
Setelah sebelumnya sempat menulis bagian awal menaklukan tes CPNS (lihat di sini ), nampaknya gue harus melanjutkan ke bagian yang berikutnya. Kebetulan, momennya juga pas dengan hebohnya pembukaan pendaftaran CPNS 2018. Sekilas gue sempet mengingat-ingat lagi momen unik yang sempat gue cicipi tahun lalu. Unik, karena memang pertolongan Tuhan melalui orang-orang di sekitar sangat banyak dan ga disangka-sangka. Oh, unggahan cerita menaklukan tes CPNS ini berdasarkan kejadian yang gue alami, ya. Beberapa mungkin agak berbeda, tetapi secara prinsip pasti sama. Nah, berhubung kita udah melewati cerita mulai dari pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS hingga lolos tes administrasi di part 1 , sekarang waktunya membahas tes CAT! Kebanyakan dari pendaftar CPNS biasanya udah takut duluan mendengar tes ini. Tenang, penggunaannya sangat mudah dan dijamin transparan kok. CAT (Computer Assisted Test) ini adalah sistem pelaksanaan tes menggunakan komputer. Komputernya disediakan oleh panitia, ya...

Berhenti Sejenak, Melihat Anugerah

Ada beberapa ide tulisan yang sudah lama menanti untuk dituangkan, namun tak kunjung gue tuliskan. Nampaknya, gue harus meneruskannya. Terbukti beberapa hari yang lalu, ada rekan yang tiba-tiba random mengirimkan chat yang isinya bahwa ia sudah membaca tulisan gue. Tidak ada yang lebih baik dirasakan seorang penulis daripada mengetahui tulisannya dibaca orang. Setidaknya, walaupun gue bukan penulis profesional. Ide akhirnya muncul dari beberapa perenungan akhir-akhir ini. Ditambah dengan suasana karena habis menonton film Christopher Robin. Film yang udah lama gue tunggu karena aslinya gue suka banget sama tokoh-tokoh fluffy macem Pooh. Setelah nonton, gue malah berpikir film ini sebenarnya lebih cocok ditonton untuk orang dewasa, terutama bagi mereka yang lelah dengan kehidupan orang dewasa: bekerja, mengejar karir, sambil berusaha  mengimbangi kehidupan keluarga yang terus menyita perhatian. Apa hubungannya dengan yang gue pikirkan akhir-akhir ini? Gue sedang banyak...

Semua Gara-gara Dilan!

Kemarin, gue dan beberapa teman kantor iseng berwacana ingin menonton film Dilan. Sore hari karena hujan, gue pikir wacana ini hanya akan berakhir wacana. Nyatanya, hujan reda dan akhirnya kami berangkat nonton Dilan.  Gue sebelumnya belum pernah baca novel Dilan. Saking kurang update -nya, gue juga gak berusaha mencari tahu tentang kisah cinta anak SMA ini. Begitu film ini akan difilmkan dan pemeran Dilan alias Iqbaal diprotes para pembacanya, gue tetap belum peduli. Lagipula, gue emang gak suka novel ber- genre cecintaan. Cerita anak SMA pula! Cuma sekadar selera pribadi, sih. Bahwa gue ini sering merasa cinta di dunia nyata tak semudah di dunia fiksi. Artinya gue "mengkhianati" idealisme gue sendiri, dong, ketika menonton Dilan? Jawabannya, ya dan tidak. Sesudah film ini, gue masih tetap dengan idealisme gue menganggap bahwa segala sesuatunya terlalu manis untuk terjadi. Namun sekaligus gue sadar, kita mungkin dulu juga senaif Milea dan Dilan. Di umur gue yan...

Fans (Karbitan) Star Wars [Spoiler Alert!]

Sebenarnya ketika udah lama gak nulis di blog ini, gue berharap come back- nya gue adalah dengan tulisan-tulisan yang berbobot dan berfaedah. Sayangnya hari ini impian itu belum dapat terwujud karena gue lebih tertarik berbagi pengalaman gue sehabis nonton Star Wars Episode VIII: The Last Jedi . Gue tadinya hanya penonton biasa yang iseng nonton Star Wars terbaru karena sedang hype . Waktu kecil gue gak pernah nonton Star Wars, selain karena orang-orang di lingkungan gue bukan penyuka film, juga karena gak paham sama film berbau angkasa luar. Jadilah gue cuma sekadar tahu ada film Star Wars.  But don't get me wrong . Gue nonton The Force Awaken dan Rogue One, kok. Gue nonton dua film tersebut berbekal nanya sana-sini karena gak paham apa itu force, dark side, stormtrooper, dan bedanya  lightsaber merah dan biru. Sehabis nonton The Force Awaken gue gak berminat cari tahu lebih banyak soal Star Wars secara keseluruhan. Juga tetap gak paham kenapa mencari Luke Skywalker ...

Membuat SKCK di Polrestabes Semarang Anti Ribet!

Sekitar beberapa minggu lalu gue berencana pengen bikin SKCK. Berhubung gue ini statusnya masih mencari pekerjaan, gue emang harus punya SKCK sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan. Walaupun biasanya cuma kantor-kantor yang berhubungan dengan pemerintahan yang mempersyaratkan SKCK. SKCK bisa diurus di Polsek, Polres(tabes), sampai ke Polda tergantung kegunaannya. Biasanya untuk melamar kerja swasta bisa pakai SKCK terbitan Polsek. SKCK terbitan Polres digunakan untuk melamar PNS/BUMN atau mengajukan beasiswa. Ide itu akhirnya telaksana minggu lalu. Gue yang masih ber-KTP Semarang ini 'pulang kampung' sejenak demi mengurus SKCK. Menurut beberapa sumber yang gue baca di internet, sebenarnya kita tetap bisa mengurus SKCK dari kota lain. Caranya adalah pergi ke Polres setempat, minta rekaman sidik jadi, kemudian mengirimkan hasilnya ke Polres kota asal. Langkah berikutnya bisa diurus orang lain dari kota asal, dengan membawa syarat-syarat dokumen. Mudah? Tentu. Gue ...

Membuat Kartu Kuning di Disnaker Tangerang Selatan

Kali ini gue mau sedikit berbagi pengalaman gue membuat kartu kuning. Kartu kuning yang memang berwarna kuning ini sebenarnya punya nama asli Kartu Tanda Pencari Kerja atau AK-1 (gue juga ga tau arti kode ini). Fungsi utama dari Kartu Kuning ini adalah supaya Dinas Tenaga Kerja bisa mendata jumlah pencari kerja di daerahnya (sumber:  https://goo.gl/azbjTz  ). Nah, fungsi untuk penggunanya antara lain sebagai syarat administrasi melamar pekerjaan, khususnya kalau mau melamar PNS. Sebagai warga negara yang lagi mencari kerja, gue pun membuat kartu kuning ini dengan modal googling sana-sini mencari tahu cara membuatnya. FYI, gue ini sebenarnya masih berstatus sebagai warga Semarang. Jadi gue agak ragu bisa bikin kartu kuning di domisili gue sekarang: Tangerang Selatan, tepatnya Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu. Membuat kartu kuning sebenarnya sangat mudah. Cukup datang ke Dinas Tenaga Kerja setempat sesuai KTP, lalu bawa fotokopi ijazah terakhir, fotokopi KTP, dan ...

[Review] Jalan-jalan Iseng ke Jogja (part 2)

Image
Setelah menerbitkan review jalan-jalan ke Jogja part 1, gue emang agak lupa melanjutkan ke part kedua. Antara lupa atau malas, sih, lebih tepatnya. Akhirnya gue baru meluncurkan part keduanya hari ini. Semoga dapat bermanfaat bagi yang sedang berselancar di dunia maya, mencari destinasi liburan. Destinasi gue sewaktu di Jogja sebenarnya gak terlalu banyak dan gak ke tempat-tempat baru yang lagi heits di dunia per-Instagraman. Gue dan nyokap sengaja pilih lokasi yang dekat dan bisa dijelajahi dalam waktu singkat. Kami menyewa mobil beserta supirnya satu hari. FYI, harga sewa mobil dan supir sebesar 500ribu, sudah termasuk bensin tapi gak termasuk makan sopir dan parkir. Well , gue gak tau rate normalnya berapa tetapi worth the price karena sopir super baik, nyetirnya oke, dan kalo lo rame-rame biaya patungannya bakal lebih rendah. Kalau mau kontak sopirnya, leave your comment , ya! Pertama, gue ke ayunan langit di Kulon Progo (tautan map di sini ). Gue pikir awalnya ini te...

[Review] Jalan-jalan Iseng ke Jogja

Image
Dor! Tadinya gue mau bikin judul ala-ala umpan klik, atau dalam bahasa Inggrisnya "click bait". Setelah gue lihat di statistik pembaca, dua judul yang menggunakan rumus umpan klik lebih banyak dilihat daripada judul yang biasa aja. Namun sepertinya gue lebih suka dengan judul yang "biasa-biasa saja". Jadi beberapa minggu yang lalu gue berkesempatan untuk ikutan nyokap ke kondangan di Jogja. Berhubung gue yang pengangguran ini emang butuh jalan-jalan, gue mengiyakan ajakan nyokap. Positifnya lagi, semuanya gratis karena dibiayai nyokap. Walaupun agak tekanan batin dan pikiran juga sih, karena harusnya udah bisa biayain nyokap jalan-jalan tetapi malah masih dibayarin. Untung nyokap gue masih baik... Awalnya sih nggak berminat untuk menuliskan review jalan-jalan karena pasti udah banyak review sejenis dari blog atau vlog orang-orang lain. Alhasil, foto dan gambar yang diambil juga nggak komplit. Jadi review gue ini semacam review rakyat jelata yang apa adanya aja, ...

Jalan-jalan ke Museum Bank Mandiri

Image
Kira-kira semingguan yang lalu, gue randomly jalan-jalan ke Kota Tua. Sebenernya sih nggak sepenuhnya tanpa perencanaan ya. Gue sebenernya ada rapat malem di Pintu Air. Namun gue pikir-pikir gue udah butek juga kelamaan nganggur di rumah. Akhirnya gue putuskan berangkat rada siangan biar bisa jalan-jalan dulu. Gue udah lama pengen naik ke puncaknya Monas. Sebenarnya waktu masih SMA, gue pernah tuh nyampe puncaknya Monas dan lihat pemandangan dari atas. Anginnya wush-wush banget deh di atas. Nah, belakangan gue udah beberapa kali ke Monas tapi nggak pernah nyampe atas karena beberapa kendala. Gue pikir-pikir seru juga nih kalo ke Monas mumpung lagi weekday dan ga musim liburan. Berhubung jalan-jalan gue hemat ya, bok. Gue bermodalkan naik KRL dari Stasiun Rawa Buntu, turun di Palmerah, dan nyambung pake Transjakarta, turun di halte Monas. Cuma ya, entah kenapa pas nyampe halte tiba-tiba gue males aja gitu ke Monas. Capek. Padahal di kereta dan Transjak dapet duduk. Iya, gue segitu...