Posts

Showing posts with the label Kulik Alkitab

Sambat Terus!

Sebagai manusia, pastilah kita senang mengeluh. Sambat, atau dalam Bahasa Indonesia: mengeluh, sudah menjadi suatu kebiasaan. Pagi hari saat berangkat beraktivitas lalu bertemu macet? Sambat! Siang hari diberi tugas oleh atasan dengan deadline  mepet? Sambat! Malam hari batal nge- date  sama gebetan? Sambat meneh!!1!!1 Lantaran akhir-akhir ini sambat menjadi populer, saya merenungkan kembali apakah sebenarnya mengeluh menjadi sesuatu yang overrated akhir-akhir ini? Pendapat masyarakat mengenai keluhan menjadi terlalu terbelah: melarang atau mendukung sambat. Bagi orang-orang yang melarang keluhan, mereka berdalih bahwa mengeluh hanya akan mengurangi rasa bersyukur. Bahwa seharusnya manusia itu banyak bersyukur, tidak melihat segala sesuatu dari sisi yang merugikan, serta senantiasa melihat bahwa keadaannya jauh lebih baik dari kebanyakan orang lain. Bagi orang-orang yang mendukung keluhan, mereka berdalih bahwa dengan mengeluh segala emosi jadi tersalurkan. Lagipula meng...

Sharing Hasil PA: Putting Our Trust In God

Image
Berhubung udah rada lama ga posting dan bingung juga mau nulis apa, akhirnya gue memilih menulis tentang pengalaman gue PA bareng dengan panitia HUT Perkantas. Sebulanan lalu gue ditawarin sebuah pelayanan sebagai panitia HUT Perkantas. Well, singkat cerita gue ditempatkan sebagai orang yang terakhir bergabung di kepanitiaan itu. Ternyata di kepanitiaan, ada kesepakatan untuk ber-PA bareng setelah rapat rutin kami. Realisasinya sih emang nggak terwujud secara paripurna. Seinget gue cuma ada 3 kali rapat yang diakhiri/diawali dengan PA. Mungkin karena durasi rapat yang lumayan lama, jadi demi efektivitas waktu lebih banyak ke sharing firman oleh satu orang aja. Walaupun cuma sedikit PA-nya, tapi gue benar-benar tersentuh sama ini bahan PA. Buku PA-nya berjudul The Beautitudes: Developing Spiritual Character karangan John Stott. Kayak gini gambarnya... Sayangnya gue hanya punya versi fotokopinya. Maafkan kalau melanggar copyrights ya :( tapi sih rada susah nyari versi asli dal...

Nehemia 4: Belajar Menghadapi Tantangan

Sesuai dengan komitmen gue untuk membagikan hasil pendalaman Alkitab, maka hari ini gue menulis hasil PA. Sebenarnya komitmen menulis hasil PA ini bermanfaat juga, sih. Seenggaknya manfaat paling minimal yang bisa gue dapatkan adalah blog gue jadi gak terlalu berdebu saking lamanya nggak diisi. Tetapi bukan itu aja kok manfaatnya. Selain bisa berbagi dengan orang-orang di sekitar, menulis hasil PA membantu gue untuk mengingat isi Firman yang telah digali. Sok dalem banget ya galinya. Jadi ini hasil PA gue bersama pacar (ciye). Kami berkomitmen untuk PA bareng sebulan sekali dengan bahan dari buku PA berjudul Nehemia: Tetap Teguh di Tengah Konflik. Kami memang ga pakai bahan yang bertemakan percintaan atau persiapan pernikahan. Tapi dengan bahan yang cakupannya lebih luas dan umum ini, kami (atau gue, lebih tepatnya) merasa banyak hal yang didapatkan. Nah, bulan ini kami sudah sampai di bab keempat yang membahas pasal bernomor sama dengan babnya. Pasal 4 Kitab Nehemia menjelaskan me...

Berbagi Damai Sejahtera

Sudah lama gue ingin rutin menuliskan hasil pendalaman Alkitab (PA) sebagai aplikasi pertemuan Kelompok Tumbuh Bersama (KTB) gue. Di long weekend kemarin, gue ada dua kali pertemuan KTB. Dengan KTB panitia RK XVI di hari Sabtu, serta KTB PH+ di hari Senin. Gue bersyukur masih dikasih kesempatan buat belajar Firman bareng-bareng teman seiman dan sepenanggungan. Kayaknya kalau gak ada komunitas bertumbuh, gue udah terhilang ikut arus dunia. Bukan sebagai orang yang suci, tapi gue sadar bahwa terus bertumbuh dan mengenal Tuhan adalah kepuasan yang paripurna. Kita ciptaan dan Dialah Pencipta. Bukankah seperti itu seharusnya? Sesuatu yang baik selalu layak untuk dibagikan. Di tengah keterbatasan gue untuk mengerti isi Alkitab, gue sadar apa yang gue bagikan gak seberapa. Tapi semoga mendorong kita semua untuk senantiasa rajin merenungkan Firman. Di KTB PH+ kemarin gue belajar tentang damai sejahtera. Bab ini adalah bab ketiga dari buku berjudul Buah Roh. Sama seperti judulnya, buku ini ...