Posts

Showing posts with the label birokrasi

Menaklukan Tes CPNS (Part 2)

Image
Setelah sebelumnya sempat menulis bagian awal menaklukan tes CPNS (lihat di sini ), nampaknya gue harus melanjutkan ke bagian yang berikutnya. Kebetulan, momennya juga pas dengan hebohnya pembukaan pendaftaran CPNS 2018. Sekilas gue sempet mengingat-ingat lagi momen unik yang sempat gue cicipi tahun lalu. Unik, karena memang pertolongan Tuhan melalui orang-orang di sekitar sangat banyak dan ga disangka-sangka. Oh, unggahan cerita menaklukan tes CPNS ini berdasarkan kejadian yang gue alami, ya. Beberapa mungkin agak berbeda, tetapi secara prinsip pasti sama. Nah, berhubung kita udah melewati cerita mulai dari pengumuman pembukaan pendaftaran CPNS hingga lolos tes administrasi di part 1 , sekarang waktunya membahas tes CAT! Kebanyakan dari pendaftar CPNS biasanya udah takut duluan mendengar tes ini. Tenang, penggunaannya sangat mudah dan dijamin transparan kok. CAT (Computer Assisted Test) ini adalah sistem pelaksanaan tes menggunakan komputer. Komputernya disediakan oleh panitia, ya...

Menaklukan Tes CPNS (Part 1)

Gak bisa dipungkiri, menjadi PNS bagi sebagian orang masih merupakan pekerjaan yang diimpi-impikan. Masih banyak orang tua yang ingin anaknya jadi PNS, atau punya menantu PNS. Gue sebenarnya cukup kaget sih, di era milenial dan maraknya start up, tiap pembukaan tes CPNS masih tinggi animonya. Termasuk juga ketika tahun 2017 kemarin, ketika pembukaan penerimaan CPNS dari berbagai kementerian dimulai. Kayaknya hampir semua temen gue daftar, deh. Gue juga.  Sebelumnya gue ingin cerita kalau gue udah lama ingin jadi abdi negara. Alasannya? Gue gemas aja liat keadaan birokrasi di negeri ini, dan ingin berkontribusi langsung di dalamnya. Gue percaya ada banyak cara untuk berkontribusi kepada bangsa. Salah satunya adalah jadi PNS. Terdengar klise dan sok idealis? Ya, memang! Namun kenyataannya, itulah yang gue rasakan. Orang tua gue nggak seperti kebanyakan orang tua yang ingin anaknya jadi PNS. Berhubung keluarga gue mayoritas PNS, memang ada baiknya gue bekerja di swasta. Gue...

Dunia Baru Itu Bernama Dunia Kerja

Image
Sudah dua bulan gue menjalani kehidupan baru gue di dunia pekerjaan yang baru. Memang sebelumnya gue sudah pernah bekerja, baik itu di dunia freelance yang serba bebas, maupun di dunia gaib  perkontraktoran yang serba deadline . Kalau orang tahu apa pekerjaan gue sekarang dan latar belakang pendidikan gue, 99% orang bakal bilang kalau keduanya gak nyambung. Gue lulusan teknik elektro dan gue bekerja di Kemenkumham. Heran? Berpikir kalau gue bertugas mengganti lampu dan benerin soket listrik di kantor ini? Sudah biasa dianggap demikian. Long story short, gue sekarang bertitel sebagai CPNS di kementerian ini. Sebenernya gue udah berniat bikin full story- nya sih, di blog gue ini. Sekaligus memberi inspirasi, kali aja ada yang mau jadi abdi negara. Namun gue rasa porsinya lebih pantas kalau nanti gue udah lebih lama kerja di sini (atau lebih tepatnya ketika udah resmi jadi PNS). Lalu sampeyan nulis apa dong di postingan kali ini? Sobat, gue hanya ingin berbagi p...

Membuat SKCK di Polrestabes Semarang Anti Ribet!

Sekitar beberapa minggu lalu gue berencana pengen bikin SKCK. Berhubung gue ini statusnya masih mencari pekerjaan, gue emang harus punya SKCK sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan. Walaupun biasanya cuma kantor-kantor yang berhubungan dengan pemerintahan yang mempersyaratkan SKCK. SKCK bisa diurus di Polsek, Polres(tabes), sampai ke Polda tergantung kegunaannya. Biasanya untuk melamar kerja swasta bisa pakai SKCK terbitan Polsek. SKCK terbitan Polres digunakan untuk melamar PNS/BUMN atau mengajukan beasiswa. Ide itu akhirnya telaksana minggu lalu. Gue yang masih ber-KTP Semarang ini 'pulang kampung' sejenak demi mengurus SKCK. Menurut beberapa sumber yang gue baca di internet, sebenarnya kita tetap bisa mengurus SKCK dari kota lain. Caranya adalah pergi ke Polres setempat, minta rekaman sidik jadi, kemudian mengirimkan hasilnya ke Polres kota asal. Langkah berikutnya bisa diurus orang lain dari kota asal, dengan membawa syarat-syarat dokumen. Mudah? Tentu. Gue ...

Membuat Kartu Kuning di Disnaker Tangerang Selatan

Kali ini gue mau sedikit berbagi pengalaman gue membuat kartu kuning. Kartu kuning yang memang berwarna kuning ini sebenarnya punya nama asli Kartu Tanda Pencari Kerja atau AK-1 (gue juga ga tau arti kode ini). Fungsi utama dari Kartu Kuning ini adalah supaya Dinas Tenaga Kerja bisa mendata jumlah pencari kerja di daerahnya (sumber:  https://goo.gl/azbjTz  ). Nah, fungsi untuk penggunanya antara lain sebagai syarat administrasi melamar pekerjaan, khususnya kalau mau melamar PNS. Sebagai warga negara yang lagi mencari kerja, gue pun membuat kartu kuning ini dengan modal googling sana-sini mencari tahu cara membuatnya. FYI, gue ini sebenarnya masih berstatus sebagai warga Semarang. Jadi gue agak ragu bisa bikin kartu kuning di domisili gue sekarang: Tangerang Selatan, tepatnya Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu. Membuat kartu kuning sebenarnya sangat mudah. Cukup datang ke Dinas Tenaga Kerja setempat sesuai KTP, lalu bawa fotokopi ijazah terakhir, fotokopi KTP, dan ...