Posts

Fans (Karbitan) Star Wars [Spoiler Alert!]

Sebenarnya ketika udah lama gak nulis di blog ini, gue berharap come back- nya gue adalah dengan tulisan-tulisan yang berbobot dan berfaedah. Sayangnya hari ini impian itu belum dapat terwujud karena gue lebih tertarik berbagi pengalaman gue sehabis nonton Star Wars Episode VIII: The Last Jedi . Gue tadinya hanya penonton biasa yang iseng nonton Star Wars terbaru karena sedang hype . Waktu kecil gue gak pernah nonton Star Wars, selain karena orang-orang di lingkungan gue bukan penyuka film, juga karena gak paham sama film berbau angkasa luar. Jadilah gue cuma sekadar tahu ada film Star Wars.  But don't get me wrong . Gue nonton The Force Awaken dan Rogue One, kok. Gue nonton dua film tersebut berbekal nanya sana-sini karena gak paham apa itu force, dark side, stormtrooper, dan bedanya  lightsaber merah dan biru. Sehabis nonton The Force Awaken gue gak berminat cari tahu lebih banyak soal Star Wars secara keseluruhan. Juga tetap gak paham kenapa mencari Luke Skywalker ...

Membuat SKCK di Polrestabes Semarang Anti Ribet!

Sekitar beberapa minggu lalu gue berencana pengen bikin SKCK. Berhubung gue ini statusnya masih mencari pekerjaan, gue emang harus punya SKCK sebagai salah satu syarat melamar pekerjaan. Walaupun biasanya cuma kantor-kantor yang berhubungan dengan pemerintahan yang mempersyaratkan SKCK. SKCK bisa diurus di Polsek, Polres(tabes), sampai ke Polda tergantung kegunaannya. Biasanya untuk melamar kerja swasta bisa pakai SKCK terbitan Polsek. SKCK terbitan Polres digunakan untuk melamar PNS/BUMN atau mengajukan beasiswa. Ide itu akhirnya telaksana minggu lalu. Gue yang masih ber-KTP Semarang ini 'pulang kampung' sejenak demi mengurus SKCK. Menurut beberapa sumber yang gue baca di internet, sebenarnya kita tetap bisa mengurus SKCK dari kota lain. Caranya adalah pergi ke Polres setempat, minta rekaman sidik jadi, kemudian mengirimkan hasilnya ke Polres kota asal. Langkah berikutnya bisa diurus orang lain dari kota asal, dengan membawa syarat-syarat dokumen. Mudah? Tentu. Gue ...

Membuat Kartu Kuning di Disnaker Tangerang Selatan

Kali ini gue mau sedikit berbagi pengalaman gue membuat kartu kuning. Kartu kuning yang memang berwarna kuning ini sebenarnya punya nama asli Kartu Tanda Pencari Kerja atau AK-1 (gue juga ga tau arti kode ini). Fungsi utama dari Kartu Kuning ini adalah supaya Dinas Tenaga Kerja bisa mendata jumlah pencari kerja di daerahnya (sumber:  https://goo.gl/azbjTz  ). Nah, fungsi untuk penggunanya antara lain sebagai syarat administrasi melamar pekerjaan, khususnya kalau mau melamar PNS. Sebagai warga negara yang lagi mencari kerja, gue pun membuat kartu kuning ini dengan modal googling sana-sini mencari tahu cara membuatnya. FYI, gue ini sebenarnya masih berstatus sebagai warga Semarang. Jadi gue agak ragu bisa bikin kartu kuning di domisili gue sekarang: Tangerang Selatan, tepatnya Kelurahan Babakan, Kecamatan Setu. Membuat kartu kuning sebenarnya sangat mudah. Cukup datang ke Dinas Tenaga Kerja setempat sesuai KTP, lalu bawa fotokopi ijazah terakhir, fotokopi KTP, dan ...

[Review] Jalan-jalan Iseng ke Jogja (part 2)

Image
Setelah menerbitkan review jalan-jalan ke Jogja part 1, gue emang agak lupa melanjutkan ke part kedua. Antara lupa atau malas, sih, lebih tepatnya. Akhirnya gue baru meluncurkan part keduanya hari ini. Semoga dapat bermanfaat bagi yang sedang berselancar di dunia maya, mencari destinasi liburan. Destinasi gue sewaktu di Jogja sebenarnya gak terlalu banyak dan gak ke tempat-tempat baru yang lagi heits di dunia per-Instagraman. Gue dan nyokap sengaja pilih lokasi yang dekat dan bisa dijelajahi dalam waktu singkat. Kami menyewa mobil beserta supirnya satu hari. FYI, harga sewa mobil dan supir sebesar 500ribu, sudah termasuk bensin tapi gak termasuk makan sopir dan parkir. Well , gue gak tau rate normalnya berapa tetapi worth the price karena sopir super baik, nyetirnya oke, dan kalo lo rame-rame biaya patungannya bakal lebih rendah. Kalau mau kontak sopirnya, leave your comment , ya! Pertama, gue ke ayunan langit di Kulon Progo (tautan map di sini ). Gue pikir awalnya ini te...

[Review] Jalan-jalan Iseng ke Jogja

Image
Dor! Tadinya gue mau bikin judul ala-ala umpan klik, atau dalam bahasa Inggrisnya "click bait". Setelah gue lihat di statistik pembaca, dua judul yang menggunakan rumus umpan klik lebih banyak dilihat daripada judul yang biasa aja. Namun sepertinya gue lebih suka dengan judul yang "biasa-biasa saja". Jadi beberapa minggu yang lalu gue berkesempatan untuk ikutan nyokap ke kondangan di Jogja. Berhubung gue yang pengangguran ini emang butuh jalan-jalan, gue mengiyakan ajakan nyokap. Positifnya lagi, semuanya gratis karena dibiayai nyokap. Walaupun agak tekanan batin dan pikiran juga sih, karena harusnya udah bisa biayain nyokap jalan-jalan tetapi malah masih dibayarin. Untung nyokap gue masih baik... Awalnya sih nggak berminat untuk menuliskan review jalan-jalan karena pasti udah banyak review sejenis dari blog atau vlog orang-orang lain. Alhasil, foto dan gambar yang diambil juga nggak komplit. Jadi review gue ini semacam review rakyat jelata yang apa adanya aja, ...

Setelah Puasa Instagram, Ini yang Terjadi Kepada Saya

Akhir-akhir ini tiap nulis judul, gue selalu menggunakan formula ala-ala click bait -nya Line Today. Mungkin Line Today memang hendak menanamkan doktrin penulisan judul. Dengan metode seperti ini, barangkali blog gue bisa melanglang buana di jagad internet. Pengalaman puasa Instagram gue dimulai ketika merasa gue terlalu banyak menghabiskan waktu terlalu banyak di depan layar ponsel pintar. Kayaknya dalam sehari gue bisa menghabiskan waktu lebih dari tiga jam untuk scrolling  Instagram, lihat-lihat explore , lihat-lihat Instastory , sampe kadang kepoin Lambe Turah juga. Sepertinya semenjak nganggur, kehidupan gue banyak gak produktifnya karena kebanyakan mantengin Instagram. Namun itu gak separah efek lain yang ditimbulkan, yaitu gue jadi sering membanding-bandingkan hidup gue dengan orang lain. Kalau dilihat hampir 90% postingan orang di Instagram isinya tentang momen menyenangkan. Sekalipun bahkan isinya tentang keluhan hidup, kadang di sampingnya terdapat gelas kopi Starbuc...

Bukan Sanguinis, Ternyata Ini Kepribadian Saya!

Judulnya udah terlihat seperti berita Line Today belom? Pengennya, sih, biar jadi click bait gitu. Syukur kalo bisa mengundang banyak pembaca. Biar terkenal dan bisa di- endorse . Asal jangan tiba-tiba dilaporkan karena dugaan pencemaran nama baik aja, sih. Menurut para ahli psikologis, kepribadian manusia bisa dibagi berdasarkan sifat tempramennya. Ada 4 kepribadian: koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Gue nggak akan menjabarkan artinya semua disini, karena bisa kalian googling sendiri. Salah satu artikel yang gue baca ada di sini . Konon kata para ahli, manusia itu umumnya terdiri dari 2 sifat dominan. Sesekali, kita juga bisa tetap merasakan tempramen lain yang bukan menjadi sifat dominan. Untuk mengetahui karakter mana yang menjadi dominan, bisa ikut tes-tes yang ada di internet. Dulu gue pernah mengikuti semacam tes kepribadian dan hasilnya (katanya) gue adalah pribadi sanguin-koleris. Gue sih percaya-percaya aja sama hasilnya. Gue memang merasanya gue cukup cocok...