Bukan Sanguinis, Ternyata Ini Kepribadian Saya!
Judulnya udah terlihat seperti berita Line Today belom? Pengennya, sih, biar jadi click bait gitu. Syukur kalo bisa mengundang banyak pembaca. Biar terkenal dan bisa di-endorse. Asal jangan tiba-tiba dilaporkan karena dugaan pencemaran nama baik aja, sih.
Menurut para ahli psikologis, kepribadian manusia bisa dibagi berdasarkan sifat tempramennya. Ada 4 kepribadian: koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Gue nggak akan menjabarkan artinya semua disini, karena bisa kalian googling sendiri. Salah satu artikel yang gue baca ada di sini.
Konon kata para ahli, manusia itu umumnya terdiri dari 2 sifat dominan. Sesekali, kita juga bisa tetap merasakan tempramen lain yang bukan menjadi sifat dominan. Untuk mengetahui karakter mana yang menjadi dominan, bisa ikut tes-tes yang ada di internet.
Dulu gue pernah mengikuti semacam tes kepribadian dan hasilnya (katanya) gue adalah pribadi sanguin-koleris. Gue sih percaya-percaya aja sama hasilnya. Gue memang merasanya gue cukup cocok dengan tipe-tipe sanguinis. Seiring berjalannya waktu, gue makin merasa bahwa gue nggak fit untuk karakter sanguin, apalagi koleris.
Mengapa, eh, mengapa?
Gue pun juga bingung. Apakah gue bermasalah sama kepribadian? Tadinya gue sempet merasa gitu, sih. Kan gue anaknya parnoan, ya. Jangan-jangan gue berkepribadian ganda lagi....
Namun setelah gue renung-renungkan kembali dan mendapatkan kesimpulan, sepertinya sih gue nggak (atau belum) mengalami masalah kepribadian ganda. Mungkin memang gue nggak sepenuhnya sanguinis, karena mungkin gue hanya mengisi berdasarkan gue-ingin-menjadi-seperti-karakter-apa. Gue nggak benar-benar jujur.
Lantas di sinilah gue sekarang. Merasakan benar-benar bahwa gue adalah pribadi plegmatis cenderung melankolis yang dibalut sok-sok sanguin supaya terlihat ceria. Gue mengakui bahwa gue bukanlah tipe pencair susasana, tapi lebih mudah terbawa suasana. Kalau orang-orang di sekitar gue rame, gue ikutan rame.
Walaupun belum sepenuhnya bisa menyadari gue ini sebenernyaapa bagaimana, gue bersyukur aja setidaknya gue bisa memahami diri gue sendiri. Kalau orang-orang belum bisa memahami gue, ya gapapa. Lagipula gue juga bukan tipe orang yang bisa dekat secara personal dengan banyak orang. Gue juga menyadari, penelitian para ahli juga kadang mengalami anomali. Apa jangan-jangan gue ini semacam Tris dan Four yang Divergent karakternya? Bisa jadi.
Menurut para ahli psikologis, kepribadian manusia bisa dibagi berdasarkan sifat tempramennya. Ada 4 kepribadian: koleris, sanguinis, plegmatis, dan melankolis. Gue nggak akan menjabarkan artinya semua disini, karena bisa kalian googling sendiri. Salah satu artikel yang gue baca ada di sini.
Konon kata para ahli, manusia itu umumnya terdiri dari 2 sifat dominan. Sesekali, kita juga bisa tetap merasakan tempramen lain yang bukan menjadi sifat dominan. Untuk mengetahui karakter mana yang menjadi dominan, bisa ikut tes-tes yang ada di internet.
Dulu gue pernah mengikuti semacam tes kepribadian dan hasilnya (katanya) gue adalah pribadi sanguin-koleris. Gue sih percaya-percaya aja sama hasilnya. Gue memang merasanya gue cukup cocok dengan tipe-tipe sanguinis. Seiring berjalannya waktu, gue makin merasa bahwa gue nggak fit untuk karakter sanguin, apalagi koleris.
Mengapa, eh, mengapa?
Gue pun juga bingung. Apakah gue bermasalah sama kepribadian? Tadinya gue sempet merasa gitu, sih. Kan gue anaknya parnoan, ya. Jangan-jangan gue berkepribadian ganda lagi....
Namun setelah gue renung-renungkan kembali dan mendapatkan kesimpulan, sepertinya sih gue nggak (atau belum) mengalami masalah kepribadian ganda. Mungkin memang gue nggak sepenuhnya sanguinis, karena mungkin gue hanya mengisi berdasarkan gue-ingin-menjadi-seperti-karakter-apa. Gue nggak benar-benar jujur.
Lantas di sinilah gue sekarang. Merasakan benar-benar bahwa gue adalah pribadi plegmatis cenderung melankolis yang dibalut sok-sok sanguin supaya terlihat ceria. Gue mengakui bahwa gue bukanlah tipe pencair susasana, tapi lebih mudah terbawa suasana. Kalau orang-orang di sekitar gue rame, gue ikutan rame.
Walaupun belum sepenuhnya bisa menyadari gue ini sebenernya
Comments
Post a Comment